PROFIL

Program Studi Ilmu Gizi didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 144/D/O/2010 tanggal 22 September 2010 dan mulai menyelenggarakan pendidikan untuk pertama kali mulai tahun ajaran 2011-2012.

Program Studi Ilmu Gizi  bergabung dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Unsoed berdasarkan SK Rektor Unsoed Nomor 006/H23/PP.04.00/2011 tanggal 5 Januari 2011. Kemudian  Desember 2014, FKIK pecah menjadi Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan. Program Studi Ilmu Gizi bergabung dengan Jurusan Kesehatan MAsyarakat, Jurusan Farmasi, Jurusan Keperawatan dan Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi menjadi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan.

Sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi dalam mengemban mandat masyarakat dan pemerintah serta dalam rangka mencapai tujuan yang dicita-citakan untuk jangka waktu tertentu maka Jurusan Ilmu Gizi FIKes Universitas Jenderal Soedirman memiliki Visi dan Misi yang harus diemban. Visi dan misi Jurusan Ilmu Gizi sejalan dengan visi dan misi Univeritas.

Adapun Visi Program Studi Ilmu Gizi FIKes UNSOED 2020 adalah "Menjadi Program Studi Ilmu Gizi yang bertaraf internasional untuk pembangunan gizi pada masyarakat perdesaan dengan pemanfaatan kearifan lokal secara berkelanjutan"

Adapun Misi Program Studi Ilmu Gizi FIKes UNSOED adalah

  1. Menyelenggarakan pendidikan bidang gizi yang berkualitas untuk menghasilkan lulusan yang bermoral, profesional, kompetitif, memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan, khususnya dalam pengembangan sumberdaya perdesaan dan kearifan lokal
  2. Menyelenggarakan penelitian yang mendukung proses pendidikan dan pengembangan ilmu dan teknologi bidang gizi bagi masyarakat perdesaan
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil penelitian yang bermutu untuk membantu menyelesaikan permasalahan bidang gizi
  4. Mengembangkan kerjasama dala bidang ilmu gizi pada tingkat lokal, nasional, dan internasional
  5. Menerapkan tata kelola program studi berbasis budaya mutu dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan meritokrasi