WORKSHOP APLIKASI SOFTWARE GIZI NUTRICLIN “4”

Konseling gizi merupakan salah satu senjata intervensi gizi yang dipergunakan oleh ahli gizi untuk menangani masalah gizi pada individu. Sering kali, proses konseling gizi memakan waktu yang lama karena materi konseling harus dipersiapkan secara manual mulai dari pengisian data assessment hingga perhitungan kebutuhan gizi dan perencanaan menu. Software Nutriclin merupakan software yang dikembangkan Direktorat Bina Gizi Kementerian Kesehatan untuk membantu para ahli gizi untuk mempermudah proses konseling gizi menjadi efisien, efektif, dan cepat.

Sabtu, 15 Oktober 2016, Prodi Ilmu Gizi menyelenggarakan workshop aplikasi software Nutriclin “4”.  Workshop menghadirkan 3 narasumber yaitu Dr. Mite Setiansah, SIP dari Jurusan Komunikasi Unsoed yang mengulas tentang komunikasi efektifdalam konsultasi gizi, Muflihah Isnawati, DCN., MScdan Setyo Prihatin, DCN., MScdari Poltekkes Semarang yang membawakan materi software gizi Nutriclin.

Peserta Workshop Aplikasi Software Konseling Gizi “NUTRICLIN” adalah para dosen prodi ilmu gizi, laboran, dosen pembimbing Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang berasal dari rumah sakit (RS Kardinah Tegal, RS Pertamina Cilacap, RSUD Cilacap dan RSUD BMS) dan puskesmas wilayah Banyumas dan Perwakilan Mahasiswa dari berbagai angkatan.

Pelatihan dibuka oleh Ketua Program Studi Ilmu Gizi Unsoed yaitu Erna Kusumawati, SKM, M.Si dilanjutkan dengan laporan panitia oleh ketua panitia yaitu Yovita Puri Subardjo, S.Gz, MPH, RD. Materi diawali dengan pemaparan mengenai teknik berkomunikasi yang baik dengan klien, materi ini dibawakan oleh Dr. Mite Setiansah, SIP. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan seorang ahli gizi mampu melakukan konseling dengan efektif. Selanjutnya pelatihan dipandu oleh Muflihah Isnawati, DCN., MScdan Bapak Setyo Prihatin, DCN., MSc. Dimulai dari pengenalan Software Konseling Gizi “NUTRICLIN” serta cara penggunaanya dan diakhiri dengan praktek konseling dengan Software Konseling Gizi “NUTRICLIN”.

Dengan adanya workshopini, diharapkan seluruh peserta mendapatkan manfaat nyata, sehingga kedepannya pencapaian kompetensi lulusan memiliki nilai tambah dan terjadi peningkatan keterampilan sumber daya manusia pada dosen dan laboran di Prodi Ilmu Gizi Unsoed. Selain itu semoga stake holderdan instansi terkaitdapat menerapkan software Nutriclin di instasi masing-masingdan terjalin hubungan yang semakin baik antara Prodi Ilmu Gizi Unsoed dengan Rumah Sakit dan Puskesmas jejaring.