Peringatan Hari Gizi Nasional oleh Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Unsoed

Hari ini , tanggal 25 Januari 2018 adalah Hari Gizi Nasional (HGN) yang ke 58.  Hari yang bersejarah untuk perkembangan  ilmu gizi di Indonesia. HGN diselenggarakan untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan oleh LMR pada 25 Januari 1951. Sejak saat itulah pendidikan tenaga gizi terus berkembang pesat di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Kemudian disepakati bahwa tanggal 25 Januari di peringati sebagai Hari Gizi Nasional Indonesia.

Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Unsoed, sebagai institusi pendidikan yang mencetak para tenaga gizi,  lewat  para mahasiswanya mencoba berkiprah untuk memperingati Hari Gizi Nasional.

Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi (HMPSIG) Unsoed bekerja sama dengan Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia (ILMAGI) mengadakan peringatan Hari Gizi Nasional pada hari Minggu tanggal 21 Januari 2018 di GOR Satria Purwokerto.

Tahun ini,  HMPSIG UNSOED mengusung tema HGN "Kenali dan Cegah Stunting Untuk Bangsa Sehat Berprestasi". Tema tersebut diadopsi dari masih tingginya masalah Stunting  pada anak di Indonesia Penyebab stunting pada anak umumnya dikarenakan kurangnya asupan  zat gizi pada saat 1000 hari pertama kehidupannya (HPK), dimana usia tersebut dihitung sejak janin berusia 270 hari hingga anak berusia 2 tahun. 

Perayaan HGN dilaksanakan pada kegiatan Sunday Morning dan Car Free Day  yang dilaksanakan rutin setiap minggu di Gelanggang Olahraga (GOR)  Satria Purwokerto.

HMPSIG Unsoed membuka stand konsultasi gizi yang didalamnya terdapat cek antropometri untuk anak-anak dan konsultasi gizi oleh orangtua. 

Selain itujuga diadakan edukasi gizi dengan orasi dan pembagian leaflet kepada masyarakat tentang pentingnya pencegaha Stunting di masyarakat.

 

Terdapat 2 orang Konsultan dalam kegiatan ini yang merupakan mahasiswa Ilmu Gizi tahap akhir, yaitu Yoana Ajeng dan Esa Karimatuz Z. 

Kegiatan ini diikuti oleh antusias masyarakat yang berada dalam GOR satria dengan baik. Banyak pengunjung GOR yang memeriksakan antropometri anaknya dan ikut dalam sesi konsultasi gizi. Tercatat sebanyak 32 orang pengunjung GOR  yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini masyarakat menjadi lebih peduli pada pemenuhan gizi anak-anaknya sehingga kejadian Stunting di Indonesia dapat diturunkan seminimal mungkin.

Bravo Ilmu Gizi Indonesia!