Gizi Peduli Indonesia

Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Unsoed baru saja menggelar acara Gizi Peduli Indonesia. Acara tersebut merupakan salah satu acara tahunan Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia yang dilaksanakan dengan sistem tenderisasi yaitu ditawarkan kepada universitas anggota ILMAGI.

 

ILMAGI merupakan organisasi yang menaungi seluruh lembaga mahasiswa gizi S1 di Indonesia, yang saat ini beranggotakan 25 universitas yang memiliki konsentrasi studi ilmu gizi dari Sabang sampai Merauke. Sistem tenderisasi ini dilaksanakan saat Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS IX ILMAGI) di Universitas Muhammadyah Solo (UMS) tanggal 28-30 Juli 2017 yang lalu. Beberapa universitas bersaing memperebutkan kesempatan untuk bisa menjadi tuan rumah pelaksanaan acara-acara nasional tahunan ILMAGI. Acara nasional tersebut yaitu Pra Musyawarah Nasional (PRAMUNAS) dan Latihan Kepemimpinan dan Manajerial Mahasiswa Tingkat Nasional (LKMMTN), SCIFI NEUTRON, Musyawarah Nasional (MUNAS), Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS), dan Gizi Peduli Indonesia (GPI). Atas kerja keras dan perjuangan teman-teman pengurus HMPSIG, tahun ini Universitas Jenderal Soedirman berkesempatan untuk menyelenggarakan acara Gizi Peduli Indonesia.

            Gizi Peduli Indonesia ini diselenggarakan pada 6-8 Oktober 2017 bertempat di Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Selama tiga hari, sejumlah 94 peserta dari 20 universitas yang mengikuti acara GPI ini bertempat tinggal atau live in di rumah-rumah warga desa setempat.

Acara pembukaan oleh Pembantu Rektor III dan Kaprodi Ilmu Gizi Unsoed

 

Pada hari pertama, adanya pembukaan dan penyambutan delegasi di Universitas Jendral Soedirman dan selanjutnya menuju ke Desa Pekuncen. Ketika tiba di Desa Pekuncen, para delegasi disambut oleh Bapak Camat. Setelahnya para delegasi menuju ke rumah warga. Selama kegiatan Gizi Peduli Indonesia, para delegasi menginap di rumah warga.

Pembekalan Nutri's kit oleh Ibu Dika

Di hari kedua, adanya nutri’s kit yang dibawakan oleh Dika Betaditya,S.Gz, M.PH. Nutri’s kit ini sendiri merupakan  pembekalan tentang antropometri untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Dikarenakan setelah nutri’s kit akan diadakan kegiatan penyuluhan di masyrakat dan di beberapa sekolah. Penyuluhan di SMK PPHQ, SMP Takhassus Al Qur’an, SMP Diponegoro 10, dan SMP Ma’arif NU 1 tentang pedoman gizi seimbang.  Lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan antropometri, begitupun juga dengan penyuluhan di masyarakat.

Penyuluha oleh Bapak Anas dari Dinas Kesehatan Banyumas

Hal yang membedakan di sekolah dengan di masyarakat adalah, ketika di masyarakat penyuluhan diberikan oleh Dinkes Banyumas dengan materi hipertensi.

Konsultasi gizi

Konsultasi gizi  dilakukan oleh para peserta GPI.

Pemeriksaan

Pemeriksaan  antropometri dan kesehatan juga dilakukan oleh peserta GPI sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat.

 

Kegiatan bakti sosial

 

Di sore harinya, adanya kegiatan bakti social yang diberikan kepada 88 warga sekitar Desa Pekuncen. Setelahnya, ada edukasi ke anak sekolah tentang penjelasan dari point – point Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Untuk penyuluhan kali ini, dibagi menjadi 17 kelompok yang setiap kelompoknya terdiri atas 3-5 orang untuk melakukan edukasi terhadap satu anak.

 

Pada malam harinya, panitia mengadakan makrab (Malam Keakraban) dengan games dan acara tukar kado.

Sabtu, 8 Oktober merupakan hari terakhir GPI, dengan acara puncaknya yaitu SiGi (Siaga Bencana Gizi). SiGi merupakan pelatihan terhadap suatu tanggap darurat bencana. Di acara ini, diajarkan bagaimana kita harus bertindak jika terjadi suatu bencana.

Kegiatan Siaga Bencana

Sebelumnya diberikan materi terlebih dahulu tentang Pendekatan Klaster dalam Tanggap Darurat Bencana di Indonesia oleh  BNPB ( Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Setelah diberikan materi, langsung mengadakan simulasi dengan bencana longsor. Dalam penangganan bencana ini, dibagi menjadi 5 klaster yaitu, evakuasi, klaster kesehatan, klaster pengungsian dan perlindungan, dapur gizi, dan klaster informasi. Selesai melakukan simulasi diadakan evaluasi dari simulasi tersebut.

Selesai melakukan kegiatan SiGi, langsung dilakukan penutupan acara GPI (Gizi Peduli Indonesia) oleh Bapak Kepala Desa. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari hari pertama hingga hari terakhir, para delegasi melakukan fun trip ke Baturraden.

Kegiatan Gizi Peduli Indonesia adalah langkah nyata kepedulian mahasiswa gizi  seluruh Indonesia dalam menuntaskan masalah gizi di masyarakat. Bravo Gizi Indonesia **