“Peran Litbang Sebagai Jembatan Menuju Eliminasi GAKI”

Badan Litbang GAKI Magelang bekerjasama dengan DPD Persagi Jawa tengah telah menyelenggarakan Seminar Ilmiah Nasional GAKI 2012 bertempat di Gadjah Mada University Club-Yogyakarta pada hari Kamis tanggal 29 November 2012.

Prof. DR. dr. R. Djokomoeljanto, SpPDE, KEMD, FINASIM sebagai keynote speaker, dengan mengusung tema “Hasil-hasil Litbang GAKI, Permasalahan, Tantangan dan Peluang Dalam Mendukung Eliminasi GAKI”. Sedangkan pemateri adalah Direktur Bina Gizi Masyarakat Kemenkes RI, Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas, dan Micronutrient Initiative (MI).

Sebagai dasar yang melatarbelakangi seminar ini bahwa sumber daya manusia (SDM) adalah modal utama keberhasilan pembangunan Nasional. Kualitas SDM dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya karena permasalahan pada aspek kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan asupan iodium. Kekurangan iodium dapat menyebabkan munculnya gangguan multi dampak pada aspek fisik, sosial dan kognitif manusia. Kekurangan iodium pada masa kehamilan dapat mengakibatkan kretin, abortus, lahir mati, cacat bawaan, meningkatnya angka perinatal dan lain-lain. Program penanggulangan Gangguan Akibat kekurangan Iodium (GAKI) saat ini belum sampai pada keberhasilan eliminasi GAKI sesuai dengan target yang diharapkan. Faktanya, masih ditemukan adanya kasus GAKI di beberapa wilayah Indonesia dengan berbagai macam gangguan yang menyertai. Hal ini mengindikasikan bahwa GAKI masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang terjadi karena faktor minimnya pengetahuan dan kesadaran berkaitan dengan GAKI, permasalahan teknis/anggaran/koordinasi pemerintah kabupaten/kota dalam melaksanakan program penanggulangan GAKI, kondisi demografis/fisik lingkungan wilayah yang rentan GAKI dan sebagainya.

Diperlukan adanya terobosan-terobosan baru sebagai langkah eliminasi GAKI. Upaya pencapaian eliminasi GAKI pada tingkatan dasar adalah dengan melakukan penelitian dan pengembangan (litbang) GAKI. Konsentrasi kajian GAKI diarahkan dan dikembangkan pada ranah (1) bioteknologi, (2) teknologi pangan, (3) epidemiologi klinik dan tumbuh kembang, (4) gizi masyarakat, (5) sosial, ekonomi dan kebijakan, dan (6) lingkungan yang dinilai merepresentasikan permasalahan GAKI secara multidimensi beserta tindak lanjut yang dapat dilakukan. Penelitian dan pengembangan yang  dilakukan diharapkan dapat memberikan informasi baru mengenai GAKI dan model penanggulangan GAKI yang dapat diteerapkan secara konkret, komprehensif bagi masyarakat luas sekaligus dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi penangggulangan kasus GAKI secara umum dan bagi pemerintah kabupaten/kota yang memiliki kerentanan terhadap GAKI khususnya.

Beberapa kegiatan dalam seminar ini adalah Plenary Session, Parallel Session, Poster session, Sesi Pameran, dan Sesi Press Conference.